pengertian pembelajaran
Pembelajaran
sebagai sebuah proses saya pahami melalui pengidentifikasian siapa (pelaku)
melakukan apa (belajar apa) dimana (lingkungan belajar). Proses pembelajaran
berlangsung pada setiap individu sejak usia dini. Proses pembelajaran harus
dijalani sendiri oleh individu yang mau belajar, tidak dapat diwakilkan kepada
orang lain, tapi dapat ditemani atau didampingi oleh orang lain. Dengan
demikian, proses pembelajaran membuat semua pihak yang terlibat menjadi makin
terpelajar. Proses pembelajaran adalah proses mengasah ketrampilan mental dan
fisik, sehingga pengulangan (berlatih) dan pemantauan (pemberian masukan) perlu
terus dilakukan selama proses pembelajaran. Karenanya proses pembelajaran perlu
waktu (tidak bisa instant) dan motivasi (keinginan untuk tahu atau menjadi
bisa). Hasil dari proses pembelajaran adalah individu dengan kemampuan belajar
yang lebih tinggi
Memunculkan
kata “proses” membawa kita ke kerangka berpikir input – proses – output. Untuk
proses pembelajaran, mahasiswa adalah salah satu input dan alumni adalah salah
satu output. Itulah cara pandang saya, sampai saya disadarkan bahwa cara
pandang seperti itu menempatkan mahasiswa sebagai obyek yang seringkali menjadi
pihak yang salah kalau output berupa alumni hebat tidak dihasilkan oleh proses..
Pengalaman menjadi mahasiswa yang paling tidak tahu apa-apa di kelas ketika
saya melanjutkan studi telah memicu saya untuk melihat mahasiswa sebagai subyek
pembelajaran.
Implikasi
lain dari pembelajaran sebagai proses adalah perlunya kita memahami kesaling-terkaitan
antara tiga perguruan tinggi:
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketentuan administrasi
telah membuat terpisah satu dari yang lain, padahal proses pembelajaran
dibangun dari semua unsur perguruan tinggi. Setiap pelaku pembelajaran
melakukan unsur meneliti dalam rangka mencari jawab atas pertanyaan yang muncul
dibenaknya, melakukan unsur mendidik ketika pelaku pembelajaran menyampaikan
hasil pencariannya kepada yang lain, melakukan unsur mengabdi kepada masyarakat
ketika pelaku pembelajaran menggunakan pengetahuan dan ketrampilannya untuk
membangun masyarakat.
pengertian belajar
Menurut
Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan
proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan
perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh
lainnya.
Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Sedangkan Pengertian Belajar menurut
Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar
merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku,
yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan
sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat
adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta
akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
Moh. Surya
(1981:32), definisi belajar adalah
suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksinya dengan
lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa
pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.
Pengertian
Belajar Menurut Ahli
Dari
beberapa pengertian belajar di
atas maka dapat disimpulkan bahwa semua aktivitas mental atau psikis yang
dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang
berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.
Demikianlah
Pengertian Belajar Menurut Ahli, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar