pragmatik
“MAKALAH
fungsi dan ragam bahasa”
Disusun oleh :
Kelompok 8
Universitas
nusantara pgri
Jl. K.H. Achmad Dahlan 76 Telp: (0354)
771576
KEDIRI
Kata pengantar
Puji
syukur penulis ucapkan, atas kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat-Nya.
Sehingga kami mampu menyelesaikan tugas makalah Prakmatik yang berjudul “Fungsi
dan Ragam bahasa”.
Tak
lupa ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang membantu
dalam penulisan makalah ini. Terutama kepada Allah SWT, teman-teman semua yang
terlibat dalam penulisan ini.
Kami
juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karenanya Kami minta
maaf apabila dalam penulisan makalah kali ini terdapat kesalahan ataupun
informasi yang kurang. Apabila ada saran atau kritik yang membangun dari
berbagai pihak, akan Kami terima dengan senang hati untuk mewujudkan wacana
yang lebih baik lagi.
04 oktober 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
B.
RUMUSAN
MASALAH
BAB II: PEMBAHASAN
A.
HAKIKAT
DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
BAB III : PENUTUP
1.
SIMPULAN
2.
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
PEMBAHASAN
Hakikat
dan fungsi bahasa Indonesia
Pengertian bahasa.
Manusia adalah makhluk sosial, sehingga manusia perlu berinteraksi
dengan
manusia yang lainnya. Pada saat manusia membutuhkan eksistensinya
diakui,
maka interaksi itu terasa semakin penting. Kegiatan berinteraksi ini
membutuhkan
alat, sarana atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa
menjadi
alat, sarana atau media. Bentuk dasar bahasa adalah ujaran. Ujaranlah
yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Bahasa =
sarana komunikasi mencakup aspek bunyi dan makna
Sifat –
sifat bahasa :
- Sistematik karena bahasa memiliki pola dan
kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya
- Mana suka karena unsur-unsur bahasa
dipilih secara acak tanpa dasar
- Ujar , karena bentuk dasar bahasa
- Manusiawi, karena dimanfaatkan manusia.
Fungsi
bahasa :
- Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan
informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota
masyarakat.
- Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk
menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan
pembaca.
- Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk
menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa
seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat,
kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya.
- Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi
untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
Fungsi
bahasa sebagai alat komunikasi :
- Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
- Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
- Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
- Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang
lain
- Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan
sesuatu
- Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia
imajinasi
- Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi
Fungsi
bahasa Indonesia :
- Bahasa resmi kenegaraan
- Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
- Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan
dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan
pemerintah
- Alat pengembangan kebudayaan
Fungsi
bahasa indonesia sebagai bahasa baku :
- Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang
berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
- Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa
yang lain
- Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
- Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan
pemakaian bahasa
Ragam
Bahasa Indonesia
Manusia
adalah makhluk social yang saling berinteraksi dalam masyarakat menggunakan
bahasa, dan dalam masyarakat tersebut terdapat bermacam – macam bahasa yang
disebut Ragam Bahasa. Indonesia merupakan Negara yang terdiri atas
beribu-ribu pulau, yang dihuni oleh ratusan suku bangsa dengan pola kebudayaan
sendiri-sendiri, pasti melahirkan berbagai ragam bahasa yang bermacam-macam dan
ini disebut Ragam Bahasa Indonesia.
Ragam
bahasa menurut sudut pandang penutur :
- Ragam daerah ( logat / dialek)
- Ragam pendidikan :
1. Bahasa baku
2. Bahasa tidak baku
- Ragam bahasa menurut sikap penutur , gaya atau langgam yang digunakan penutur terhadap
orang yang diajak bicara.
Ragam
bahasa menurut jenis pemakaiannya :
- ragam dari sudut pandangan bidang atau
pokok persoalan
- ragam menurut sarananya : 1. Lisan
: dengan intonasi yaitu tekanan, nada, tempo
suara, dan
perhentian.
2.
Tulisan : dipengaruhi oleh
bentuk,
pola kalimat, dan tanda baca.
- ragam yang mengalami gangguan pencampuran
Ragam
bahasa menurut bidang wacana :
- Ragam ilmiah : bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah,ceramah,
tulisan-tulisan ilmiah
- Ragam populer : bahasa yang digunakan dalam pergaulan seharihari dan dalam
tulisan populer
Ragam
bahasa baku dan tidak baku
Ciri –
ciri ragam bahasa baku :
- kemantapan dinamis, memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes.
- Kecendekiaan, sanggup mengungkap proses pemikiran yang rumit diberbagai
ilmu dan tekhnologi
- Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma
Proses
pembakuan bahasa terjadi karena keperluan komunikasi. Dalam proses pembakuan
atau standardisasi variasi bahasa, bahasa itu disebut bahasa baku atau
standard. Pembakuan tidak bermaksud untuk mematikan variasi-variasi bahasa
tidak baku. Untuk mengatasi keanekaragaman pemakaian bahasa yang merupakan
variasi dari bahasa tidak baku maka diperlukan bahasa bahasa baku atau bahasa
standard.
Bahasa
Indonesia baku adalah ragam bahasa yang dipergunakan dalam:
- komunikasi resmi, yakni surat-menyurat
resmi, pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, penamaan dan
peristilahan resmi, perundang-undangan, dan sebagainya.
- wacana teknis, yakni dalam laporan resmi
dan karangan ilmiah.
- pembicaraan di depan umum yakni dalam ceramah,
kuliah, khotbah
- pembicaraan dengan orang yang dihormati
yakni orang yang lebih tua, lebih tinggi status sosialnya dan orang yang
baru dikenal.
Ciri
struktur (unsur-unsur) bahasa Indonesia baku adalah sebagai berikut.
- Pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada)
secara eksplisit dan konsisten.
- b. Pemakaian fungsi gramatikal (subyek,
predikat, dan sebagainya secara eksplisit dan konsisten.
- c. Pemakaian fungsi bahwa dan karena (bila
ada) secara eksplisit dan konsisten (pemakaian kata penghubung secara tepat
dan ajeg.
- d. Pemakaian pola frase verbal aspek +
agen + verba (bila ada) secara konsisten (penggunaan urutan kata yang
tepat).
- e. Pemakaian konstruksi sintesis (lawan
analitis).
- f. Pemakaian partikel kah, lah, dan pun
secara konsisten.
- g. Pemakaian preposisi yang tepat.
- h. Pemakaian bentuk ulang yang tepat
menurut fungsi dan tempatnya.
- i. Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut
berbeda dari unsur-unsur yang menandai bahasa Indonesia baku.
- j. Pemakaian ejaan resmi yang sedang
berlaku (EYD).
- k. Pemakaian peristilahan resmi.
- Pemakaian kaidah yang baku
Ragam
Bahasa Tulis dan Bahasa Lisan
Ada dua
perbedaan yang mencolok mata yang dapat diamati antara ragam bahas tulis dengan
ragam bahasa lisan, yaitu :
- a. Dari segi suasana peristiwa
Jika
menggunakan bahasa tulisan tentu saja orang yang diajak berbahasa tidak ada
dihadapan kita. Olehnya itu, bahasa yang digunakan perlu lebih jelas. Fungsi
gramatikal, seperti subjek, predikat, objek, dan hubungan antara setiap fungsi
itu harus nyata dan erat. Sedangkan dalam bahasa lisan, karena pembicara
berhadapan langsung dengan pendengar, unsur (subjek-predikat-objek) kadangkala
dapat diabaikan.
- b. Dari segi intonasi
Yang
membedakan bahasa lisan dan tulisan adalah berkaitan dengan intonasi
(panjang-pendek suara/tempo, tinggi-rendah suara/nada, keras-lembut
suara/tekanan) yang sulit dilambangkan dalam ejaan dan tanda baca, serta tata
tulis yang dimiliki.
Goeller
(1980) mengemukakan bahwa ada tiga krakteristik bahasa tulisan yaitu acuracy,
brevety, claryty (ABC).
- Acuracy (akurat)
adalah segala informasi atau gagasan yang dituliskan dapat memberi
keyakinan bagi pembaca bahwa hal tersebut masuk akal atau logis.
- Brevety (ringkas)
yang berarti gagasan tertulis yang disampaikan bersifat singkat karena
tidak menggunakan kata yang mubazir dan berulang, seluruh kata yang
digunakan dalam kalimat ada fungsinya.
- Claryty (jelas)
adalah tulisan itu mudah dipahami, alur pikirannya mudah diikuti oleh
pembaca. Tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.
Bahasa
Indonesia yang Baik dan Benar
Berbahasa
Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat tempat
terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai
dengan topic pembicaraan. Bahasa Indonesia yang baik tidak selalu perlu beragam
baku. Yang perlu diperhatikan dalam berbahasa Indonesia yang baik adalah
pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis
pemakaian bahasa. Ada pun berbahasa Indonesia yang benar adalah berbahasa
Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Bersumber dari. Internet http://joko 1234-wordpress.com
/2011/09/15/hakikat_fungsi_dan_ragam_bahasa_ind.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar